Malam itu, apartemen Rani terasa sunyi. Ia duduk di sofa dengan segelas wine yang bahkan tak tersentuh. Pikirannya penuh dengan wajah Jeffri—senyum sederhana, tatapan tulus, dan kalimat tegas yang tadi siang membuat hatinya bergetar.
Di meja, ponselnya berkedip. Sebuah pesan dari Arman masuk lagi:
"Besok ada acara perusahaan. Kamu wajib datang. Ingat, jangan bawa masalah pribadi ke urusan bisnis."
Rani meremas ponsel itu dengan tangan gemetar. “Kenapa hidupku selalu harus diatur…” bisiknya.
Di kosannya, Jeffri juga belum bisa tidur. Ia menatap langit-langit, teringat pada tatapan mata Rani yang penuh air mata. Ia tahu, perasaan itu bukan sekadar simpati—ia benar-benar jatuh hati pada wanita yang seharusnya jauh dari dunianya.
“Kalau aku terus maju, hidupnya bisa makin berat… Tapi kalau aku mundur, dia tetap sendirian.” Jeffri menghela napas panjang.
Keesokan malam, acara perusahaan berlangsung megah di ballroom hotel bintang lima. Lampu kristal berkilau, musik lembut mengalun. Semua orang berpenampilan glamor, termasuk Rani yang mengenakan gaun hitam elegan, berkilau namun sederhana.
Namun di balik senyumnya yang dibuat-buat, dadanya terasa sesak. Ia berdiri di samping Arman yang terus menempel, seolah menunjukkan pada semua orang siapa yang berkuasa.
Dari kejauhan, tatapan Rani menangkap sesuatu yang mengejutkan—Jeffri. Ia datang sebagai pengantar salah satu tamu, hanya berdiri di sisi ruangan dengan jaket ojolnya yang sederhana. Kontras sekali dengan kemewahan sekeliling.
Tatapan mereka bertemu. Rani menahan napas, wajahnya nyaris kehilangan kendali. Ada kehangatan sekaligus ketakutan.
Arman yang sadar tatapan itu langsung meraih lengan Rani lebih erat. Ia berbisik tajam, “Jangan pernah lihat dia lagi. Kamu milikku, Rani.”
Rani menutup mata, menahan air mata. Di hatinya, badai semakin besar.
Di satu sisi ada Jeffri—kesederhanaan yang membuatnya merasa hidup. Di sisi lain ada Arman—kekuasaan yang terus mencekik tapi tak bisa begitu saja ia lawan.
Dan malam itu, Rani sadar… cepat atau lambat ia harus memilih.
To be continued… (Part 9: Pertemuan Rahasia Rani dan Jeffri Setelah Acara)